Mahasiswa PGSD UMLA Raih Juara 3 KTI Tingkat Nasional

Strategi Kemajuan Literasi Digital Mahasiswa Dalam Semangat Bela Negara berhasil mengantarkan mahasiswi semester 3 prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Lamongan Septiaini Dwi Nurcholisyah dan satu rekannya, Silvia Adien Purwanta, mahasiswi Prodi ARS meraih juara 3 pada lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Tingkat Nasional di Universitas Gadjah Mada dengan perolehan skor 171,80 dibawah UIN Walisongo Semarang dan IST Akprind Yogyakarta. Lomba yang bertemakan “Bela Negara dalam Perspektif Mahasiswa” diselenggarakan oleh UKM Satmenwa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Tim yang bernama “Srikandi” dengan ketua tim Silvia Adien Purwanta (prodi S1 Administrasi Rumah Sakit) dan beranggotakan Septiaini Dwi Nurcholisyah (prodi S1 PGSD), memulai lomba dengan pendaftaran peserta dan pengumpulan outline pada tanggal 8-17 Oktober 2021, pengumuman lolos semifinalis pada tanggal 23 Oktober 2021, pengumpulan full paper LKTI pada tanggal 23 Oktober – 7 November 2021. Pengumuman finalis pada 10 November 2021, dan presentasi LKTI secara Luring di Universitas Gadjah Mada pada tanggal 13-14 November 2021 dan diakhiri dengan pengumuman juara LKTI pada tanggal 14 November 2021. Berikut 5 (Lima) tim yang menjadi finalis yaitu UIN Wali Songo Semarang, Universitas Muhammadiyah Lamongan, Universitas Udayana Bali, IST Akprind Yogyakarta, dan Universitas Darussalam Gontor.

Tim Srikandi UMLA mempresentasikan karya tulis berjudul “Strategi Kemajuan Literasi Digital Mahasiswa dalam Semangat Bela Negara” dibawah bimbingan Muhamad Ganda Saputra, SST., SE., M.Kes. Septiaini Dwi Nurcholisyah menjelaskan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana semangat bela negara mahasiswa di era yang berkemajuan ini dengan memanfaatkan kemajuan digital. Literasi digital merupakan pendekatan yang memiliki fokus analisis kritis terhadap konten dari pesan media. Uraian berbagai jenis informasi dari media membuat kebanyakan orang merasa bingung mana saja informasi yang bermanfaat dan mana saja yang tidak. Maka dari itu semangat mahasiswa dalam mewujudkan semangat bela negara dapat dilakukan dengan literasi digital supaya memiliki kemampuan dalam menapis dan menguji isi media digital dengan tajam dan teliti sehingga mampu memanfaatkan kemajuan digital sesuai dengan kebutuhan. Kompetensi digital yang harus dikembangkan saat ini yaitu memahami kapan dan bagaimana menggunakan teknologi secara efektif. Berbagai kemampuan dalam literasi digital yang harus dikembangkan mahasiswa dalam semangat bela negara yakni dapat dimulai dari mengasah keterampilan dalam membaca konten sehingga penggunaan literasi digital untuk pemahaman konten akan lebih kritis.

“Ini merupakan kali pertama kami dalam mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini kami mengalami sedikit kendala dalam proses pengerjaan tetapi kami tetap semangat dan selalu optimis. Kami bersama-sama dalam mencari ide, menyusun karya tulis, hingga pada saat pemaparan karya tulis berlangsung. Di saat pengumuman full paper sungguh sangat tidak disangka kami mendapatkan skor tertinggi kedua dengan jumlah skor 162. Dengan pengumuman hasil skor tersebut, menjadi titik dimana semangat kami lebih membara saat akan melakukan pemaparan full paper secara Luring di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, meskipun saat babak final kita terhenti di juara 3 dibawah UIN Wali Songo Semarang dan IST Akprind Yogyakarta” Ujar Septi.

Pentingnya literasi digital bagi mahasiswa PGSD yaitu literasi digital tersebut menjadi sangat penting dalam abad ke-21 mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Melalui literasi digital ini mahasiswa PGSD akan memiliki kemampuan yang luar biasa untuk berpikir, belajar, berkomunikasi, bekerja sama, serta berkarya. Literasi digital yang penting untuk dimiliki mahasiswa khususnya mahasiswa PGSD abad ke-21 meliputi literasi informasi, literasi media, serta literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Kemampuan literasi digital yang dimiliki mahasiswa PGSD dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan masyarakat, keluarga, sekolah, tempat kerja serta lingkungan lainnya. Melalui literasi digital ini seseorang dapat mengakses informasi secara efektif dan efisien, melakukan penilaian terhadap informasi secara kritis, serta menggunakan informasi tersebut secara lebih bermanfaat. (20/11/2021) [tim jurnalis PGSD]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *