
Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Lamongan mengadakan kegiatan kuliah tamu yang bertema “Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar” pada tanggal 12 Juli 2022 di Auditorium Budi Utomo. Kuliah tamu ini merupakan kegiatan yang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, tujuan diadakannya kuliah tamu ini ialah agar mahasiswa mendapatkan wawasan tentang kurikulum merdeka belajar di sekolah dasar. Acara ini di mulai tepat pada pukul 08.00 wib dengan diawali dengan pembukaan, sambutan dan acara penutup.
Drs. Arfian Mudayan, SE, M.Pd selaku Kepala Prodi PGSD dalam sambutannya mengatakan bahwa mahasiswa harus mampu memberikan sumbangan pemikiran bagaimana memberikan kemerdekaan Belajar dan kemerdekaan guru dalam mengajar. Selanjutnya pak Arfian memaparkan harapan dari kuliah tamu ini yaitu, mahasiswa mampu mengenal tentang kurikulum Merdeka Belajar pada jenjang Pendidikan Dasar. Mahasiswa juga mampu mengimplementasikan pengembangan seperangkat perangkat pembelajaran dalam kurikulum Merdeka dan mampu beradaptasi di Lingkungan SD serta dapat menerapkan kurikulum merdeka belajar
Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Pendidikan (FSTP) Eko Handoyo, S.Kom. M.Kom dalam sambutan dan membuka acara mengharapkan semua mahasiswa PGSD juga berpartisipasi dalam kegiatan Kampus Merdeka, dengan mengikuti Kampus mengajar dan bisa mengimplementasikan kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar.
Pemateri dari kuliah tamu yaitu Drs. H. Jaelani, M.Pd, selaku pakar ahli dalam kurikulum merdeka di sekolah dasar menerangkan bahwa paradigma kurikulum merdeka pada kurikulum di SD pada intinya adalah guru memberikan fasilitas sesuai dengan bakat minat yang peserta didik punya, sehingga peserta didik dapat mengeksplor semua minat dan bakatnya menjadi sebuah potensi yang harus dikembangkan.

Drs. H. Jaelani, M.Pd juga menambahkan bahwa kurikulum merdeka banyak mengalami upgrade secara istilah termasuk capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, perangkat pembelajaran dan assessment. Kurikulum merdeka jika diterapkan maka mampu menghasilkan generasi emas di usia Indonesia 2045. Generasi emas adalah generasi yang mempunyai moral Pancasila.